Bosan dengan presentasi yang membosankan dan monoton? Ingin membuat presentasi yang menarik, informatif, dan mudah dipahami? Materi Google Slide ini akan menjadi panduanmu! Kita akan menyelami dunia Google Slide, mulai dari definisi hingga tips dan trik untuk menciptakan presentasi yang memukau.
Dari elemen-elemen penting, struktur presentasi yang efektif, hingga penggunaan ilustrasi dan kolaborasi, materi ini akan membantumu menguasai Google Slide. Siap untuk mengasah kemampuan presentasimu?
Contents
- 1 Definisi Materi Google Slide
- 2 Elemen-Elemen Penting dalam Presentasi Google Slide
- 3 Struktur dan Tata Letak Presentasi Google Slide
- 4 Tips dan Trik untuk Presentasi Google Slide yang Berkualitas
- 5 Ilustrasi dan Gambar dalam Presentasi
- 6 Kolaborasi dan Aksesibilitas dalam Google Slide
- 7 Kesimpulan
- 8 Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)
Definisi Materi Google Slide
Google Slide, aplikasi presentasi berbasis cloud yang canggih, semakin populer di kalangan pelajar, profesional, dan siapa pun yang perlu membuat presentasi menarik. Mudah digunakan, kolaboratif, dan kaya fitur, Google Slide menawarkan cara yang efektif untuk berbagi ide dan informasi secara visual.
Definisi Singkat Google Slide
Google Slides adalah aplikasi presentasi online yang memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan berbagi presentasi secara real-time. Aplikasi ini berbasis cloud, artinya semua data tersimpan di server Google, dan dapat diakses dari berbagai perangkat.
Fungsi Utama Google Slide
Fungsi utama Google Slides adalah untuk menciptakan presentasi yang menarik dan informatif. Presentasi ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari presentasi bisnis, pembelajaran, hingga presentasi pribadi. Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk menyusun ide, menambahkan elemen visual, dan membagikannya dengan audiens.
Contoh Penggunaan Umum Google Slide
- Presentasi bisnis: Menyampaikan laporan keuangan, strategi pemasaran, atau produk baru.
- Pelajaran di sekolah: Menjelaskan materi pelajaran, memperkenalkan proyek, atau berbagi hasil penelitian.
- Presentasi pribadi: Menyampaikan cerita pribadi, berbagi hobi, atau memperkenalkan diri.
- Konferensi atau seminar: Membuat presentasi yang menarik dan interaktif untuk peserta.
- Membuat desain poster: Dengan fitur desain yang lengkap, Google Slide juga dapat digunakan untuk membuat poster yang menarik dan informatif.
Perbandingan Google Slide dengan Aplikasi Presentasi Lainnya
| Fitur | Google Slide | Microsoft PowerPoint |
|---|---|---|
| Aksesibilitas | Dapat diakses dari berbagai perangkat (desktop, laptop, tablet, smartphone) dengan koneksi internet. | Membutuhkan perangkat dan instalasi software. |
| Kolaborasi | Memungkinkan beberapa pengguna mengedit presentasi secara bersamaan. | Memungkinkan kolaborasi, tetapi biasanya dengan metode yang lebih terbatas. |
| Penyimpanan | Data tersimpan di cloud, otomatis tersimpan dan terbackup. | Data tersimpan di perangkat lokal. |
| Integrasi | Terintegrasi dengan Google Workspace lainnya (Docs, Sheets, Forms). | Terintegrasi dengan aplikasi Microsoft Office lainnya. |
| Antarmuka Pengguna | Antarmuka intuitif dan mudah dipelajari. | Antarmuka yang lebih kompleks, mungkin perlu waktu untuk dipelajari. |
Perbedaan Aksesibilitas dan Kolaborasi
Google Slide unggul dalam hal aksesibilitas karena dapat diakses di mana saja dengan koneksi internet. Kolaborasi juga lebih mudah karena memungkinkan beberapa pengguna mengedit dokumen secara bersamaan. Berbeda dengan PowerPoint yang memerlukan instalasi software dan akses terbatas pada perangkat tertentu. Perbedaan ini menjadikan Google Slide lebih fleksibel dan kolaboratif untuk penggunaan modern.
Elemen-Elemen Penting dalam Presentasi Google Slide
Membuat presentasi Google Slide yang memukau tak melulu tentang desain yang keren. Lebih dari itu, elemen-elemen penting di dalamnya berperan krusial dalam menyampaikan pesan dengan efektif. Dari judul yang memikat hingga grafik yang informatif, setiap elemen punya perannya masing-masing dalam membangun presentasi yang sukses. Yuk, kita bongkar rahasia di balik presentasi yang ngena!
Judul dan Subjudul yang Menarik
Judul yang menarik adalah kunci pertama untuk menarik perhatian audiens. Ia adalah pintu gerbang menuju pesan yang ingin disampaikan. Subjudul yang tepat akan memperkuat poin-poin utama dan mempermudah audiens untuk mengikuti alur presentasi. Pilihlah judul yang singkat, jelas, dan mencerminkan isi presentasi. Hindari judul yang terlalu panjang atau ambigu.
Poin-Poin Utama yang Jelas
Presentasi yang baik tidak bertele-tele. Poin-poin utama harus disampaikan secara ringkas dan jelas. Hindari penggunaan kalimat yang panjang dan rumit. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan langsung menuju inti permasalahan. Gunakan bullet points untuk memudahkan audiens mencerna informasi penting.
- Buat poin-poin utama yang ringkas dan mudah dipahami.
- Gunakan bullet points untuk memudahkan audiens mencerna informasi.
- Hindari kalimat panjang dan rumit.
Grafik dan Gambar yang Informatif
Grafik dan gambar bukan sekadar hiasan. Mereka adalah alat visual yang ampuh untuk memperkuat poin-poin penting dan membuat presentasi lebih menarik. Pilihlah grafik dan gambar yang relevan dengan topik dan mudah dipahami. Pastikan kualitas gambar baik dan tidak mengganggu keterbacaan teks.
- Pilih grafik dan gambar yang relevan dengan topik.
- Pastikan kualitas gambar baik dan tidak mengganggu keterbacaan teks.
- Gunakan grafik untuk menyajikan data secara visual.
Desain Presentasi yang Menarik
Desain yang menarik tak melulu tentang warna-warna mencolok. Perpaduan warna yang harmonis, tipografi yang mudah dibaca, dan tata letak yang rapi akan membuat presentasi lebih profesional dan menarik. Hindari penggunaan terlalu banyak efek visual yang berlebihan.
- Pilih warna yang harmonis dan mudah dibaca.
- Gunakan tipografi yang mudah dibaca.
- Tata letak yang rapi dan terstruktur akan mempermudah audiens mengikuti alur presentasi.
- Hindari penggunaan efek visual yang berlebihan.
Contoh Desain Presentasi (Baik dan Buruk)
| Desain Presentasi | Deskripsi | Alasan |
|---|---|---|
| Baik | Warna-warna yang harmonis, tipografi yang mudah dibaca, dan tata letak yang rapi. Grafik dan gambar relevan dengan topik dan berkualitas baik. | Menarik perhatian, mudah dipahami, dan profesional. |
| Buruk | Warna-warna yang terlalu mencolok, tipografi yang sulit dibaca, dan tata letak yang berantakan. Grafik dan gambar tidak relevan atau berkualitas buruk. | Menyulitkan audiens untuk fokus, tidak profesional, dan mengurangi daya tarik. |
Memaksimalkan Penggunaan Teks, Gambar, dan Grafik
Teks yang jelas dan ringkas sangat penting. Gambar dan grafik yang tepat akan memperkuat poin-poin utama dan membuat presentasi lebih menarik. Pastikan ukuran teks dan gambar seimbang, dan tidak mengganggu keterbacaan satu sama lain. Gunakan grafik untuk menyajikan data secara visual.
- Pastikan ukuran teks dan gambar seimbang dan tidak mengganggu keterbacaan satu sama lain.
- Gunakan grafik untuk menyajikan data secara visual dan informatif.
- Hindari teks yang terlalu panjang dan rumit pada setiap slide.
Struktur dan Tata Letak Presentasi Google Slide
Membuat presentasi yang menarik dan informatif nggak melulu soal desain yang ciamik, gengs. Struktur dan tata letak juga perannya krusial banget. Presentasi yang rapi dan logis bakal bikin audiens lebih mudah memahami dan mengingat poin-poin penting yang disampaikan. Yuk, kita bahas caranya!
Membangun Kerangka Presentasi yang Efektif
Sebelum memulai desain slide, penting banget untuk memikirkan alur presentasi. Ini seperti membuat kerangka cerita, nih. Mulailah dengan menentukan tujuan presentasi. Mau ngejelasin produk baru? Mau ngasih update proyek?
Setelah itu, identifikasi poin-poin kunci yang harus disampaikan. Susunlah poin-poin ini secara logis dan sistematis, sehingga informasi mengalir dengan lancar.
Contoh Struktur Presentasi Beragam Tujuan
- Presentasi Produk Baru: Biasanya dimulai dengan pengenalan singkat produk, lalu fitur-fitur utamanya, keunggulan dibandingkan produk kompetitor, dan diakhiri dengan call to action, seperti mengajak pengunjung untuk membeli atau mencoba produk.
- Presentasi Proyek: Struktur ini biasanya terdiri dari latar belakang proyek, tujuan, metode yang digunakan, hasil yang dicapai, dan rencana tindak lanjut.
- Presentasi Data: Fokus pada visualisasi data yang menarik. Mulailah dengan konteks data, kemudian presentasikan data secara terstruktur, dan jangan lupa untuk menyimpulkan insight yang didapat dari data tersebut.
Tabel Contoh Struktur Presentasi
| Jenis Presentasi | Struktur Umum |
|---|---|
| Presentasi Produk | Pendahuluan – Fitur Produk – Keunggulan – Call to Action |
| Presentasi Proyek | Latar Belakang – Tujuan – Metode – Hasil – Rencana Lanjut |
| Presentasi Data | Konteks Data – Visualisasi Data – Insight & Kesimpulan |
Menampilkan Data dengan Efektif di Google Slide
Presentasi yang berisi banyak data membutuhkan visualisasi yang tepat. Hindari menampilkan tabel data mentah yang panjang. Gunakan grafik, chart, atau diagram untuk menyajikan data secara visual. Pastikan grafik yang digunakan sesuai dengan jenis data yang ditampilkan, sehingga mudah dipahami dan tidak menyesatkan. Misalnya, untuk data penjualan per bulan, gunakan grafik garis.
Untuk data perbandingan produk, gunakan grafik batang.
Contoh Presentasi yang Berfokus pada Data
Bayangkan presentasi tentang penjualan produk di beberapa kota. Alih-alih hanya mencantumkan angka-angka penjualan, gunakan grafik batang untuk membandingkan penjualan di setiap kota. Tambahkan grafik garis untuk menunjukkan tren penjualan sepanjang tahun. Ini akan membuat audiens lebih mudah memahami dan menangkap informasi yang disampaikan. Gunakan warna dan desain yang menarik agar presentasi tetap dinamis dan tidak membosankan.
Tips dan Trik untuk Presentasi Google Slide yang Berkualitas
Buat presentasi Google Slide yang memukau dan mudah dicerna, bukan sekadar tumpukan teks dan gambar! Berikut beberapa tips dan trik untuk menghasilkan presentasi yang nggak cuma menarik, tapi juga efektif.
Membuat Presentasi yang Menarik dan Mudah Dipahami
Presentasi yang baik harus mampu menarik perhatian audiens dan menyampaikan informasi dengan jelas. Hindari terlalu banyak teks di setiap slide. Gunakan gambar, grafik, dan video untuk memperkaya presentasi dan memecah monoton. Ingat, visual lebih mudah diingat daripada sekadar kata-kata.
- Gunakanlah font yang mudah dibaca dan ukuran yang tepat.
- Buatlah slide yang sederhana dan bersih.
- Gunakanlah gambar dan grafik yang relevan untuk memperjelas poin.
- Hindari terlalu banyak animasi atau transisi yang berlebihan. Fokus pada efek yang mendukung pesan, bukan yang mengganggu.
Menggunakan Animasi dan Transisi dengan Efektif
Animasi dan transisi bisa menjadi alat ampuh untuk membuat presentasi lebih dinamis. Namun, gunakanlah dengan bijak. Animasi yang berlebihan bisa membuat presentasi terlihat berantakan dan mengganggu konsentrasi audiens. Fokus pada animasi yang memperkuat poin, bukan yang hanya untuk efek.
- Pilihlah animasi yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
- Jangan berlebihan dalam menggunakan animasi dan transisi.
- Pastikan animasi dan transisi tidak mengganggu alur presentasi.
- Cobalah untuk menguji animasi dan transisi di berbagai perangkat untuk memastikan tampilannya optimal.
Memanfaatkan Template dan Tema yang Sesuai
Template dan tema Google Slides dapat mempercepat proses desain dan memberikan tampilan yang profesional. Pilihlah template yang sesuai dengan topik presentasi dan audiens. Pastikan desain template mendukung pesan yang ingin disampaikan, bukan mengalihkan perhatian.
- Pilihlah template yang sesuai dengan tema presentasi.
- Sesuaikan warna, font, dan elemen desain dengan kebutuhan presentasi.
- Pastikan template yang dipilih tidak mengganggu pesan inti presentasi.
- Berkreasi dengan template dan sesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan.
Mengatasi Hambatan dalam Pembuatan Presentasi
Terkadang, kita menghadapi hambatan saat membuat presentasi. Kehabisan ide, waktu yang mepet, atau kesulitan memilih gambar yang tepat bisa membuat kita frustasi. Berikut beberapa tips untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
- Buatlah outline presentasi terlebih dahulu untuk memetakan ide-ide.
- Siapkan bahan presentasi lebih awal untuk menghindari kehabisan waktu.
- Cari referensi gambar dan grafik yang relevan.
- Lakukan revisi dan pengujian presentasi untuk memastikan kesempurnaan.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain.
Contoh Presentasi Interaktif Google Slide
Presentasi interaktif dapat membuat audiens lebih terlibat dan bersemangat. Fitur interaktif seperti polling, kuis, dan tanya jawab dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman audiens. Coba tambahkan fitur-fitur ini ke presentasi Anda untuk membuat pengalaman presentasi yang lebih menarik dan interaktif.
- Gunakan fitur polling untuk mendapatkan masukan langsung dari audiens.
- Masukkan kuis sederhana untuk menguji pemahaman audiens.
- Berikan ruang untuk tanya jawab interaktif di akhir presentasi.
Ilustrasi dan Gambar dalam Presentasi
Gambar dan ilustrasi bukan sekadar hiasan di slide presentasi Google Slides. Mereka bisa menjadi kunci untuk membuat presentasi lebih hidup, mudah dipahami, dan berkesan. Pilihan gambar yang tepat, disajikan dengan cerdas, bisa membuat audiens lebih terlibat dan mengerti poin-poin penting yang ingin disampaikan.
Jenis Ilustrasi yang Tepat untuk Presentasi
Pilihlah ilustrasi yang sesuai dengan tema dan pesan presentasi. Jangan asal pakai gambar yang keren tapi tidak relevan. Ilustrasi yang bagus harus mendukung poin yang disampaikan, bukannya mengalihkan perhatian.
- Infografis: Cocok untuk menampilkan data dan statistik secara visual, membuatnya lebih mudah dicerna.
- Foto: Memperlihatkan detail dan suasana yang ingin ditampilkan. Pilih foto yang berkualitas tinggi dan relevan.
- Diagram: Menunjukkan hubungan antara berbagai elemen, memudahkan audiens memahami alur pikir dan proses.
- Sketsa: Lebih informal dan bisa memberikan sentuhan kreatif pada presentasi. Pastikan sketsa tetap mudah dipahami.
- Ilustrasi Vektor: Memberikan detail yang rapi dan bisa diubah ukurannya tanpa kehilangan kualitas. Ideal untuk menjelaskan konsep abstrak.
Contoh Gambar untuk Poin Penting
Berikut beberapa contoh gambar yang dapat digunakan untuk menjelaskan poin-poin penting dalam presentasi:
- Presentasi tentang penjualan: Grafik batang yang menunjukkan peningkatan penjualan secara bertahap, atau foto produk yang menarik perhatian.
- Presentasi tentang pemasaran digital: Ilustrasi yang menunjukkan alur proses pemasaran digital, atau gambar yang menggambarkan tren media sosial terkini.
- Presentasi tentang produk baru: Gambar produk dari berbagai sudut pandang, atau foto yang menunjukkan pengguna produk tersebut.
- Presentasi tentang inovasi: Ilustrasi yang menggambarkan proses inovasi dan pengembangan, atau foto yang menunjukkan ide-ide baru yang terimplementasi.
Cara Memilih Gambar yang Sesuai dan Beresolusi Tinggi
Gambar yang beresolusi tinggi dan relevan sangat penting untuk presentasi yang profesional. Jangan menggunakan gambar yang buram atau terlalu kecil.
- Cari di sumber terpercaya: Gunakan situs web yang menyediakan gambar berlisensi bebas royalti (royalty-free).
- Perhatikan resolusi: Pastikan gambar memiliki resolusi yang cukup tinggi untuk ditampilkan dengan jelas pada layar.
- Sesuaikan ukuran: Sesuaikan ukuran gambar agar sesuai dengan ukuran slide tanpa membuatnya terlalu kecil atau terlalu besar.
- Pertimbangkan warna dan gaya: Pastikan warna dan gaya gambar selaras dengan tema dan pesan presentasi.
Ilustrasi Penggunaan Gambar yang Menarik dan Informatif
Gambar yang menarik dan informatif dapat membuat presentasi lebih berkesan dan mudah dipahami. Jangan hanya menaruh gambar sembarangan.
- Menarik perhatian: Gambar yang menarik perhatian audiens akan membuat mereka lebih terlibat.
- Memberikan konteks: Gambar dapat memberikan konteks yang lebih luas pada poin-poin yang dibahas.
- Memvisualisasikan data: Gambar dapat digunakan untuk memvisualisasikan data dan statistik dengan cara yang lebih mudah dipahami.
- Menunjukkan contoh: Gambar dapat menunjukkan contoh konkret dari poin-poin yang dibahas.
Contoh Gambar yang Relevan dengan Berbagai Topik Presentasi
Berikut beberapa contoh gambar yang relevan dengan berbagai topik presentasi:
- Topik Pendidikan: Gambar ilustrasi siswa yang sedang belajar, atau gambar yang menggambarkan proses pembelajaran.
- Topik Kesehatan: Gambar yang menunjukkan gaya hidup sehat, atau ilustrasi tubuh manusia yang menjelaskan organ-organ penting.
- Topik Lingkungan: Gambar yang menunjukkan dampak kerusakan lingkungan, atau ilustrasi yang menggambarkan proses daur ulang.
- Topik Teknologi: Gambar ilustrasi perangkat lunak atau perangkat keras, atau gambar yang menggambarkan tren teknologi terbaru.
Kolaborasi dan Aksesibilitas dalam Google Slide
Membuat presentasi yang keren dan informatif itu penting, tapi lebih keren lagi kalo presentasi itu bisa dinikmati dan dipahami semua orang, termasuk mereka yang punya kebutuhan khusus. Nah, Google Slide punya fitur kolaborasi dan aksesibilitas yang bisa banget bantu kita dalam hal ini.
Cara Berkolaborasi dalam Membuat Presentasi
Kolaborasi di Google Slide itu mudah banget. Kamu bisa undang teman, rekan kerja, atau siapapun untuk bekerja sama dalam satu presentasi. Setiap orang bisa mengedit, menambahkan, atau menghapus slide dengan mudah. Fitur ini super berguna untuk proyek kelompok, presentasi tim, atau bahkan brainstorming bersama. Dengan begitu, ide-ide bisa mengalir lebih lancar dan presentasi jadi lebih kaya dengan berbagai sudut pandang.
- Undang kolaborator dengan mudah lewat tautan atau email.
- Atur peran dan akses masing-masing kolaborator untuk mengontrol siapa yang bisa mengedit atau hanya melihat.
- Lakukan revisi dan komentar secara real-time, memudahkan komunikasi dan feedback antar anggota tim.
- Versi sebelumnya dari presentasi dapat dilihat untuk memastikan pekerjaan tidak hilang dan proses revisi bisa dipantau.
Fitur Aksesibilitas di Google Slide
Google Slide punya beberapa fitur aksesibilitas yang keren untuk membuat presentasi lebih mudah dipahami oleh semua orang. Fitur-fitur ini mencakup berbagai kebutuhan, dari penggunaan teks alternatif untuk gambar hingga pengaturan tema yang mudah dibaca.
- Teks Alternatif (Alt Text): Setiap gambar bisa diberi deskripsi teks yang menjelaskan isinya. Ini sangat penting untuk orang-orang yang menggunakan pembaca layar.
- Tema dan Font: Pilih tema dan font yang kontras dan mudah dibaca. Hindari font yang terlalu kecil atau warna yang terlalu gelap.
- Mode Presentasi: Google Slide menyediakan mode presentasi yang memudahkan navigasi selama presentasi.
- Fitur Transkripsi Otomatis: Untuk video yang di-embed dalam presentasi, fitur ini akan membantu menyediakan teks otomatis, sehingga isi video lebih mudah dipahami.
- Pengaturan Ukuran Teks: Sesuaikan ukuran teks agar mudah dibaca.
Contoh Presentasi Ramah Pengguna
Presentasi yang ramah pengguna biasanya menggunakan warna yang kontras, font yang mudah dibaca, dan gambar yang disertai teks alternatif. Judul dan poin-poin penting juga perlu ditonjolkan dengan jelas. Hindari terlalu banyak animasi yang bisa mengganggu konsentrasi. Contohnya, presentasi tentang kesehatan mental bisa menggunakan gambar yang menggambarkan kondisi psikologis dengan deskripsi teks yang akurat dan mudah dimengerti.
Tabel Fitur Aksesibilitas Google Slide
| Fitur Aksesibilitas | Manfaat |
|---|---|
| Teks Alternatif (Alt Text) | Membantu orang yang menggunakan pembaca layar memahami konten gambar. |
| Tema dan Font | Membuat presentasi lebih mudah dibaca dan dipahami oleh semua orang, terutama yang punya gangguan penglihatan. |
| Mode Presentasi | Memudahkan navigasi dan fokus pada presentasi saat dipresentasikan. |
| Transkripsi Otomatis | Membantu orang yang punya kebutuhan khusus untuk memahami video yang terintegrasi di presentasi. |
Ilustrasi Cara Membuat Presentasi yang Mudah Diakses
Bayangkan kamu sedang membuat presentasi tentang perjalanan wisata ke Bali. Kamu bisa menggunakan gambar ikon wisata dengan deskripsi yang jelas (misalnya, “Pantai Kuta yang indah”). Kamu juga bisa menggunakan warna yang kontras, seperti latar belakang putih dan tulisan hitam, untuk memudahkan pembacaan. Gunakan font yang mudah dibaca, seperti Arial atau Calibri, dengan ukuran yang cukup besar. Jangan lupa untuk menyertakan transkripsi otomatis untuk video yang di-embed dalam presentasi.
Dengan begitu, semua orang bisa menikmati dan memahami presentasimu.
Kesimpulan
Nah, sekarang kamu sudah punya bekal lengkap untuk membuat presentasi Google Slide yang memukau! Ingat, kunci utama presentasi yang sukses adalah kesederhanaan, kejelasan, dan kegunaan. Pastikan presentasimu tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mudah dipahami oleh audiens. Selamat berkreasi!
Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)
Bagaimana cara membuat presentasi Google Slide yang interaktif?
Kamu bisa memanfaatkan fitur animasi, transisi, dan interaksi yang tersedia di Google Slide. Contohnya, menggunakan fitur tanya jawab atau kuis interaktif untuk melibatkan audiens.
Apakah Google Slide cocok untuk presentasi yang berfokus pada data?
Tentu saja! Google Slide memungkinkan kamu untuk menyajikan data dengan grafik dan chart yang menarik. Kamu bisa menyesuaikan desain agar data mudah dipahami dan diinterpretasi oleh audiens.
Bagaimana cara membuat presentasi yang ramah aksesibilitas?
Gunakan font yang mudah dibaca, kontras warna yang jelas, dan deskripsi gambar yang detail. Pastikan semua teks dapat dibaca dengan baik oleh semua orang.
Bagaimana cara berkolaborasi dengan orang lain dalam membuat presentasi di Google Slide?
Kamu dapat bekerja sama dengan rekan kerja atau tim menggunakan fitur kolaborasi Google Slide. Kamu dapat mengedit dan memberikan komentar secara bersamaan.